Suasana Akademik dan Hasil Program Studi
Untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif di program studi S-2 tersedia berbagai sarana seperti ruang kuliah, ruang rapat, ruang dosen dan ruang mahasiswa. Selain itu, juga ada bimbingan akademik, pendampingan mahasiswa di luar jam kuliah. Semua ini menjadi sarana yang efektif untuk memelihara interaksi dosen – mahasiswa, dan iklim yang mendorong perkembangan serta kegiatan akademik.
Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen dan mahasiswa terpelihara melalui pertemuan secara teratur yang berlangsung dalam proses perkuliahan. Selain itu forum sambung rasa yang dilakukan setiap semester secara efektif meningkatkan keterbukaan dan saling percaya antara dosen dan mahasiswa.
Program studi S-2 memiliki rancangan menyeluruh demi pengembangan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran seperti yang ditunjukkan lewat distribusi unsur-unsur penilaian yang jelas dan objektif. Prinsip ini tertuang sejak awal perkuliahan di dalam silabus yang dibagikan dan disepakati bersama oleh dosen dan mahasiswa. Untuk menanamkan naluri penelitian para mahasiswa didorong untuk membentuk kelompok diskusi independen yang terkait dengan studi Pendidikan Agama Kristen. Pengembangan perilaku kecendekiawaan berlangsung dalam penyusunan karya ilmiah dan kegiatan belajar mandiri. Demikian juga di bidang pengabdian masyarakat mahasiswa diberi kesempatan untuk mengaktualisasi diri mereka.
HASIL PROGRAM STUDI
Hasil pembelajaran. Yudisium kelulusan mahasiswa ditentukan setelah menyelesaikan 53 SKS bersama dengan tesisnya. Adapun ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah sebagai berikut: 2,0 – 2,75 memuaskan, 2,76 – 3,50 sangat memuaskan, dan 3,51 – 4,00 dengan pujian (cum laude). Tingkat kepuasan mahasiswa dapat dilihat dari hasil angket evaluasi hasil studi yang dilaksanakan setiap akhir semester. Dari hasil angket ini, dosen melihat aspek positif dari cara pengajarannya. Lewat evaluasi dan kritik dari mahasiswa, para dosen memiliki kesempatan untuk refleksi, dan memperbaiki cara dan kualitas mengajarnya.
PEMBIAYAAN, SARANA, DAN PRASARANA
1. PEMBIAYAAN
Sumber dana yang dimiliki STT IKSM Santosa Asih pada umumnya dapat dikategorikan menjadi lima sumber: Perguruan Tinggi sendiri, Badan Penyelenggara, dan sumber-sumber lain. Perguruan Tinggi sendiri memperoleh dana melalui pembayaran dari mahasiswa serta perpustakaan. Sedang Badan Penyelenggara memperoleh dana yang dipergunakan untuk STT IKSM Santosa Asih melalui serangkaian acara promosi. Sumber dana lain meliputi Kementerian Agama, Gereja dan perorangan.
Sistem alokasi dana STT IKSM Santosa Asih dapat dijelaskan dengan merincinya berdasarkan Tridharma Perguruan Tinggi. Tabel berikut memberikan gambaran umum, sekalipun memerlukan penjelasan lebih jauh.
Dari data di atas terlihat jelas bahwa alokasi dana untuk bidang pendidikan sangat besar, bahkan di tahun terakhir melebihi jumlah pemasukan. Sebaliknya, jumlah alokasi dana untuk bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sangatlah kecil. Harus dicatat bahwa sekalipun dana untuk pengabdian kepada masyakarat sangat kecil, namun karya-karya para dosen di bidang ini sangat besar, karena bentuk-bentuk dari karya tersebut sejauh ini tidak memerlukan biaya dan terkait dengan tugas sosial para dosen di gereja-gereja yang menjadi stakeholders STT IKSM Santosa Asih.
Pengelolaan dana STT IKSM Santosa Asih diusahakan semaksimal mungkin memenuhi persyaratan akuntabilitas, dengan mempergunakan jasa akuntan publik dalam melakukan auditing anggaran setiap tahunnya.
Masalah keuangan yang dihadapi STT IKSM Santosa Asih beberapa tahun belakangan membuat keberlanjutan pengadaan dana tersendat dan terhambat. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah bantuan dana, sementara belum ditemukan cara yang lebih efektif untuk memperoleh dan meningkatkan masukan dana dari pihak lain.
Comments
Post a Comment