Artikel Kuliah MK. Kolokium Teologikum


Topik-topik kolokium Teologikum dalam artikel ini bertujuan untuk menyampaikan pokok-pokok yang mesti didiskusikan secara akademis dalam format “kolokium”. Dalam kolokium, dipilih tema-tema yang dapat didiskusikan secara bersama. Topik-topik kolokium yang kami maksudkan sebagai berikut.
1. Keselamatan
Keselamatan yang dalam istilah teknis teologis yang disebut dengan soteriologi berkaitan dengan pelimpahan berkat keselamatan kepada orang berdosa dan pembaharuan yang dialaminya berkenaan dengan kehendak Tuhan agar mereka dapat menikmati hidup dalam persekutuan yang harmonis dengan TUHAN. Keselamatan merupakan salah satu pokok penting dalam isi iman Kristen. Gereja dalam perkembangannya berada dan terus berjuang memberitakan kabar keselamatan itu. Keselamatan itu telah dikerjakan oleh Yesus Kristus. Dengan demikian gereja masa kini sama dengan gereja zaman dulu memiliki pemahaman bahwa keselamatan hanya datang dari Tuhan melalui Yesus Kristus. Allah itu esa. Keesaan itu diakui oleh gereja. Gereja mengaku:
Bahwa Allah yang esa 1) dengan FirmanNya dalam kasihNya yang tiada tara telah memulai karya keselamatan bagi 2) alam semesta 3) sejak awal Penciptaan 4) dan setelah kejatuhan manusia dalam dosa 5). Allah meneruskan karyaNya untuk memelihara alam semesta dari derita dan maut 6). Karya keselamatan ini berlangsung sampai pada akhir zaman 7).
Bahwa Yesus Kristus telah mati, bangkit dan naik ke surga menjamin keselamatan orang percaya dan membeba-skannya dari kuasa dosa, derita dan maut. Dengan demikian relasi manusia dengan Allah dan relasi manusia dengan sesama ciptaan-Nya telah dipulihkan. Hal itu akan senantiasa kami peringati melalui sakramen: Baptisan dan Perjamuan.
Bahwa dalam karya keselamatan Allah telah memanggil Abraham menjadi umat Perjanjian Lama, juga Israel dari perhambaan di Mesir dan menyelamatkannya dari kepunahan. Allah meneruskan kasih setiaNya de-ngan melindungi dan menuntun umatNya kembali yang terserak dan tercerai berai di tanah pembuangan.








Bahwa dalam karya keselamatan melalui Yesus Kristus, Allah telah menyelamatkan dan menghimpun umat Perjanjian Baru yaitu Gereja yang diutus-Nya untuk memberitakan Injil dan menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di atas bumi.
Bahwa oleh kasihNya yang tiada tara, Allah telah mewujud nyatakan keselamatan itu sepenuhnya melalui pekerjaan Yesus Kristus. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.
Bahwa Yesus Kristus yang adalah Raja dari segala raja dan Tuan dari segala tuan akan menyatakan kepenuhan Keselamatan pada saat Ia datang kembali kelak sebagai Hakim dan Raja yang duduk disebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa.
Bahwa keselamatan yang dikerjakan Kristus terbuka bagi seluruh umat yang ada di muka bumi yang terdiri dari berbagai suku- bangsa. Dalam kasih-Nya yang tiada tara Allah mengaruniakan keselamatan, yakni: kemer-dekaan kepada bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang dimerdekakan bertanggung jawab mengupayakan pembebasan dari ketidak adilan, perusakan alam dan pelecehan hak asasi manusia, kemerosotan etis-moral dan bentuk penindasan lainnya.
Bahwa melalui Roh Kudus, Allah menuntun orang percaya mengakui Yesus Kristus selaku Tuhan dan Juruslamat dalam pergumulannya di dunia.
2. Kolokium Tentang Gereja
Kata Gereja dari kata Portugis “Igreya” yang diterjemahkan dari Yunani yaitu dari kata “kyriake” yang artinya menjadi milik Tuhan. Orang yang menjadi milik Tuhan adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya. Jadi gereja adalah persekutuan para orang beriman. Dengan ini maka pentingnya pemahaman warga gereja akan apa arti gereja gereja dan hidup sesuai makna gereja. Hal ini menolong warga gereja dalam interaksinya dengan lingkungan di mana dia berada. Isi kepercayaan warga gereja tentang gereja yaitu:
Bahwa Allah Bapa telah memanggil dan menghimpun dari antara bangsa – bangsa suatu umat bagi Diri-Nya untuk menjadi berkat.
Bahwa panggilan itu dilanjutkan melalui Anak-Nya, yaitu Yesus yang adalah Tuhan. Dialah yang memanggil dan menjadi dasar terbentuknya umat yang baru, yaitu Gereja.
Bahwa sepanjang sejarah dan di manapun di dunia, dari utara, selatan, barat dan timur, orang-orang percaya dipanggil dan dituntun oleh Roh Kudus untuk menjadi satu persekutuan yang menjalankan tugas pelayanan, dan kesaksian.
Bahwa Yesus Kristus adalah Kepala Gereja dan Gereja sebagai tubuh-Nya 2) yang rapi tersusun, dan segala sesuatu di dalamnya harus diselenggarakan secara tertib dan teratur.
Bahwa Gereja terpanggil untuk senantiasa menyata-kan keesaannya, supaya dunia percaya bahwa Allah Bapa telah mengutus Yesus Kristus, untuk menjalankan karya keselamatan bagi dunia ini.
Bahwa keberadaan Gereja sebagai umat Allah terus menerus mengalami pembaharuan bersama dan dengan seluruh ciptaan menyongsong penggenapan pemerintahan Allah .
Bahwa kendatipun Gereja terpanggil menghadirkan tanda-tanda Pemerintahan Allah, tetapi Gereja bukan Pemerintahan Allah itu sendiri.
Bahwa Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat bersama Gereja-Gereja lain adalah perwujudan dari Gereja Yesus Kristus yang esa , kudus , am dan rasuli yang berada dan berkarya di Indonesia yang beragam
Bahwa Tuhan yang memanggil dan menetapkan para pelayan-Nya sebagai Presbiter yang berjalan bersama-sama untuk memperlengkapi warga gereja yang missioner sebagai manusia yang utuh.
3. Kolokium Teologikum Tentang “Manusia”
Gereja dalam sepanjang sejarah bergumul tentang asal mula manusia. Dalam dunia Teologi isi Alkitab dipelajari secara sistematis, yaitu dimulai dari doktrin tentang Allah kemudian beralih ke doktrin tentang manusia. Peralihan dari Teologi ke Antropologi yaitu studi tentang Allah ke studi tentang manusia adalah suatu perlaihan yang wajar. Karena manusia adalah mahkota dari seluruh ciptaan dan objek khusus pemeliharaan Allah. Hal ini menegaskan bahwa Pengajaran tentang manusia penting bagi warga gereja supaya warga gereja memahami tentang apa sesungguhnya manusia. Melalui pemahaman ini warga gereja juga menunjukkan sikap yang baik terhadap sesame manusia di mana ia berada. Pengajaran manusia yang perlu ditekankan yaitu:
Bahwa manusia : laki dan perempuan, diciptakan sepadan oleh Allah menurut rupa dan gambar-Nya
Bahwa manusia diciptakan Allah sebagai mahluk religius dan makhluk sosial yang diberikan kemampuan untuk membangun relasi secara positif dengan sesamanya demi kebersamaan dan kesejahteraan seluruh ciptaan-Nya.
Bahwa manusia laki-laki dan perempuan disatukan dalam pernikahan untuk saling mengasihi dan melengkapi.
Bahwa manusia bertanggung-jawab untuk bekerja dalam rangka memelihara dan melestarikan alam. Untuk menunaikan tugas yang mulia ini manusia maupun struktur masyarakatnya tidak boleh disanjung dan dipuja.
Bahwa manusia diberi kemampuan dan wewenang menata-layani alam berserta isinya; kemampuan dan wewenang ini dilaksanakannnya dalam keseimbangan di antara kebebasan dan tanggung-jawab, dan di antara hak dan kewajiban.
Bahwa karena keinginannya manusia menyalahgunakan kuasa dan tanggung-jawabnya, sehingga ia jatuh dalam dosa menyebabkan rusaknya hubungan dengan Allah, sesama dan alam.
Bahwa manusia memerlukan anugerah pembaruan, agar dapat melanjutkan pekerjaanNya hingga pemenuhan kerajaan Allah .
Bahwa hanya oleh kemurahan Allah melalui Yesus Kristus dan di dalam persekutuan dengan Roh Kudus, martabat manusia sebagai gambar Allah dipulihkan kembali, sehingga ia dapat menghayati dan menikmati hidup kekal dalam kehidupan yang sekarang ini maupun dalam kehidupan yang akan datang.
4. Alam dan Sumber Daya
Topik ini mungkin terasa janggal bila ditempatkan dalam judul paper ini. Pertanyaannya apakah alam dan sumber daya adalah bagian dari iman warga Gereja? Jawabannya ya. Alkitab menegaskan bahwa alam dan sumber daya adalah ciptaan Tuhan maka alam dan sumber daya penting untuk dipahami oleh warga gereja masa kini. Dengan pemahaman yang benar tentang alam dan sumber daya maka warga gereja akan memanfaatkan alam secara bertanggung jawab. Gereja mengaku:
Bahwa Allah menciptakan alam dan sumber daya-nya. Allah mempercayakan pengelolaannya kepada negara dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan manusia dan kelangsungan hidup sesama ciptaanNya.
Bahwa kekuatan-kekuatan alam yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, takluk pada kuasa Allah dan karena itu alam tidak boleh disembah.
Bahwa alam dan sumber dayanya telah dipulihkan oleh Yesus Kristus. Karena itu manusia yang telah didamaikan dan dipulihkan, wajib memelihara alam dan sumber dayanya dengan penuh perhatian dan rasa tanggung jawab
Bahwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia boleh meneliti dan mengelola alam beserta sumber dayanya, secara tepat guna sehingga alam memiliki kesempatan untuk memperbaharui dirinya dan berdaur ulang.
Bahwa oleh karena kuasa dosa, manusia cenderung untuk menguasai alam bagi kepentingan dan keuntungan pribadi, sehingga terjadi benturan kepentingan yang mengakibatkan dampak kerusakan alam. Hanya oleh pendamaian antara Allah dan manusia yang dilaksanakan dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus, maka manusia sebagai ciptaan baru dapat melihat kembali pentingnya alam sebagai rumah dan sarana kehidupan bagi segala mahluk.
Bahwa karena pembaruan Roh Kudus , Gereja memiliki kewajiban moral untuk bersama-sama pemerintah dan bangsa-bangsa berusaha menata ekologi dan mencegah pengrusakan alam.
5. Masa Depan
Gereja tidak hanya hidup di bumi ini tapi juga di bumi yang akan dating. Gereja memiliki masa depan di dunia ini tetapi juga di dunia yang akan akan dating. Itulah masa depan gereja. Pemahaman akan masa depan juga penting. Bila warga gereja memiliki pemahaman yang benar akan masa depan yang benar maka warga gereja akan berjuang secara positif. Gereja sepanjang zaman mengaku
Bahwa Allah dalam karya penyelamatan dan penciptaanNya menghantar orang percaya dari satu titik sejarah ke titik sejarah yang baru sehingga masa depan senantiasa tercakup dalam apa yang dibuatnya pada masa kini dan masa lalu.
Bahwa kedatangan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat ke dalam dunia mem-berikan jaminan dan harapan yang pasti bagi orang yang percaya.
Bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjadi pusat ibadah dan harapan manusia dari zaman ke zaman dan Dia juga harapan mahluk lainnya, karena Dia-lah yang akan mendatangkan langit baru dan bumi baru dimana derita dan maut tidak akan ada lagi tanpa Dia dunia tidak memiliki pengharapan.
Bahwa kebangkitan Yesus Kristus maka orang percaya akan dibangkitkan dari kemati-an dan dikumpulkan bersama–sama Dia dalam keadaan yang Mulia. Oleh sebab itu maut bukanlah kata akhir dalam segala sesuatu melainkan hidup dalam kuasa kasih Yesus
Bahwa Roh Kudus adalah roh pengharapan, akan menolong orang percaya untuk tetap berpaut pada kasih Kristus dan tidak ada suatu kuasa apapun yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Kristus. Apa yang dijanjikan kepada orang percaya untuk masa depan sudah mulai dialami pada masa kini, oleh karena sekarangpun orang percaya sudah hidup di dalam pengharapan.
Bahwa Roh Kudus yang adalah Roh masa depan menyadarkan orang percaya pada panggilan-Nya menjaga keutuhan dari bangsa dan negara untuk mengisi kurun waktu menjelang masadepan yang pasti itu dengan sikap, tindakan dan karya yang menghadirkan keadilan dan kebenaran berdasarkan kasih serta pemulihan pemenuhan janji Allah akan langit baru dan bumi baru
1. Firman Allah
Pemahaman akan firman Allah sangat penting. Warga jemaat tidak pernah bertemu Tuhan secara langsung tetapi melalui firman tertulis yaitu Alkitab. Maka sangat penting warga jemaat memahami firman Allah yang tertulis dalam Alkitab. Gereja sepanjang sejarah mengaku:
Bahwa dengan perantaraan firman-Nya Allah telah mencip-takan langit dan bumi serta isinya. Firman Allah berkuasa untuk mengubah dan membaharui.
Bahwa Firman Allah telah menjadi manusia di dalam dan melalui Yesus Kristus.
Bahwa dengan terang Roh Kudus, persekutuan orang percaya menetapkan tulisan-tulisan yang memberitakan per-buatan Allah serta respon manusia terhadap tindakan Allah pada kurun waktu tertentu.
Bahwa dengan tuntunan Roh Kudus para penulis Alkitab menceritakan dan memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah dalam bentuk tulisan pada suatu kurun waktu tertentu dan juga respons manusia terhadap tindakan-tindakan Allah pada kurun waktu tertentu.

KESIMPULAN

Gereja yang sehat dan dinamis adalah gereja yang memperhatikan aspek pengajarannya. Hal ini tidak berarti membiarkan pelayanan yang lain (maksudnya adalah keseimbangan pelayanan-pelayanan yang lain dengan pelayanan pengajaran). Pengajaran Alkitab yang benar menjadi fondasi yang kuat bagi pelayanan gereja dan pertumbuhan kerohanian jemaat. Jemaat harus di dorong untuk mengikuti pengajaran dan pembinaan-pembinaan lainnya. Jemaat yang terlibat pelayanan harus mengerti dasar-dasar kehidupan iman yang benar melalui pengajaran yang sehat. Pengajaran yang sehat itu menolong warga gereja untuk:
1). pelayanannya murni hanya kepada Tuhan (dengan kata lain tidak ikut-ikutan)
2). ia bertumbuh di dalam iman;
3). ia tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai pengajaran duniawi yang menyesatkan;
4). mampu memberi jawaban bagi mereka yang meminta pertanggungan jawab imannya sesuai dengan kebenaran di dalam Kristus.

James Montgomory Boice menuliskan: tidak peduli seberapa dahsyat pengalaman kita, tidak peduli seberapa dalam kita paham tentang Allah, yang pasti adalah kita tidak dapat memahami apa yang Allah telah katakan, kecuali melalui wahyu yang didasarkan kepada Alkitab.Biarlah kebenaran ini menjadi pendorong semangat bagi setiap hamba-hamba-Nya yang terpanggil untuk melayani Dia, Sang Kepala Gereja, Tuhan Yesus Kristus.

Comments

Popular posts from this blog

Home

Alasan Mengganti Template Blog