Pembelajaran Online Mata Kuliah Kolokium Biblikum


Mata Kuliah Kolokium Biblikum

Mata Kuliah Kolokium Biblikum adalah mata kuliah yang dirancang untuk membahas topik-topik biblika yang sedang tren atau menjadi percakapan mutakhir.
Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kedua kitab ini memiliki keunikan tersendiri. Keunikan itu bersifat irasional dan rasional, historis dan A Historis. Alkitab ditulis oleh 40 orang, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Namun isinya berkorelasi satu sama lain . Para penulis Alkitab berasasl dari kalangan raja-raja, petani, filsuf, nelayan, dokter dan negarawan, sarjana, penyiar dan pembacak sawah.
Salah satu topik yang akan kita bicarakan yaitu keyakinan tentang Alkitab adalah firman Allah tanpa salah atau Inerrancy dalam teks aslinya dan doktrin infalibilitas.
PEMBAHASAN
Pengertian Ineransi Alkitab
Menurut Wikipedia, Ineransi Alkitab (bhs. Inggris "inerrancy") adalah doktrin yang menyatakan bahwa Alkitab tidak mengandung kesalahan atau seratus persen benar. Dalam praktiknya terdapat beberapa variasi dalam doktrin ini. Aliran-aliran tertentu hanya mengakui terjemahan versi tertentu dari Alkitab yang dianggap tidak mengandung kesalahan. Misalnya, ada Gereja atau aliran tertentu yang hanya mau menerima Alkitab terjemahan versi Raja James (King James Version). Aliran-aliran tertentu lainnya memodifikasi doktrin ini dengan menyatakan bahwa Alkitab tidak mengandung kesalahan "dalam teks aslinya". Ini menyiratkan adanya pengakuan bahwa suatu terjemahan Alkitab mungkin saja mengandung kelemahan atau kekeliruan. Doktrin ineransi Alkitab adalah salah satu ciri dari aliran Fundamentalis di lingkungan agama Kristen.
Latar Belakang Doktrin Infalibilitas dan Ineransi Alkitab
Ronald Youngblood,(1978:v) dalam sebagaimana disampaikan Arnold Tindas, doktrin ini diawali dengan munculnya Kritik terhadap Alkitab dimulai sejak adanya Kritik Historis. Kritik ini sangat merendahkan status Alkitab sebagai firman Allah. Pada akhir abad ke 19 Kritik Historis, yang dikenal juga dengan Kritik Tinggi Liberal, yaitu Kritik Sastra terhadap kelima kitab Musa (Pentateukh) oleh Julius Welhausan dalam bukunya berjudul Die Composition des Hexateuchs (1876) dan Prolegomena zur Geschichte Israels (1878). Yang menjadi perdebatan hingga kini adalah, apakah Alkitab berstatus “mungkin salah” atau “tidak mungkin salah.” Bagian inilah yang disebut dengan Inffalibilitas Alkitab atau Ineransi Alkitab.

Alkitab tidak dapat salah

Kita mesti menyadari bahwa kita hidup di dalam zaman yang menghadapi tantangan dari berbagai doktrin atau pengajaran yang salah tentang Alkitab. Penyimpangan ajaran ini bukanlah hal yang baru, karena dari sejarah gereja kita juga dapat melihat bagaimana doktrin yang benar sangat penting untuk ditegakkan dan diteruskan ke generasi-generasi berikutnya. Secara khusus mengenai doktrin Alkitab, begitu banyak pandangan dan pengajaran yang salah yang di dalam kesalahannya dapat membuat kehidupan Kristen menjadi terombang-ambing dan tidak sehat, khususnya ketidak salahan Alkitab.
Di atas penulis telah kemukakan bahwa ada dua istilah yang dipakai untuk ketidaksalahan Alkitab yaitu Infalibilitas dan ineransi Alkitab. Alkitab tidak mungkin salah karena isi Alkitab adalah wahyu Tuhan. Dengan demikian maka pengwahyuan Firman Tuhan, otoritas Alkitab, kanonisasi, infalibilitas (infallibility) dan ineransi (inerrancy) Alkitab merupakan pokok-pokok dari doktrin Alkitab yang sangat penting untuk kita mengerti. Selain itu hal-hal yang berkaitan dengan naskah asli dan terjemahan Alkitab juga menjadi hal yang esensial bagi kehidupan kekristenan kita. Makalah ini lebih berfokus pada doktrin infalibilitas dan ineransi Alkitab. Pembahasan tentang dua hal ini sangat penting karena kenyataan menunjukkan bahwa ada orang-orang yang menyelidiki Alkitab bukan untuk semakin tunduk pada otoritasnya, melainkan berusaha untuk mencari semua kesalahan dan pertentangan yang menurut pendapat mereka terdapat di dalam Alkitab dan menyatakan bahwa ada kesalahan dalam Alkitab (www.buletinpilar.org)
Beberapa Pandangan Tentang Alkitab

1. Pandangan ortodoks
Pandangan ortodoks menyatakan bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang merupakan kebenaran yang absolut dan obyektif, mendapat tantangan baik dari pandangan liberal/ neo-liberal dan pandangan neo-ortodoks.

2. Pandangan liberal

Pandangan Liberal menyatakan bahwa ada bagian-bagian tertentu dalam Alkitab yang merupakan Firman Allah, tetapi bagian-bagian lainnya hanyalah perkataan manusia. Bagian ini disebut bukan firman Allah. Mereka bahkan percaya bahwa mereka dapat menentukan bagi mereka sendiri bagian mana yang benar dan yang salah.

3. Pandangan neo-ortodoks atau disebut juga barthianism
Mereka percaya bahwa seluruh bagian Alkitab merupakan perkataan manusia yang mungkin salah, tetapi ketika seseorang membaca Alkitab, Tuhan dengan cara-Nya memakai setiap perkataan itu sehingga melalui kata-kata tersebut, sang pembaca menerima di dalam akal pikirannya perkataan Tuhan Allah yang benar. Berdasarkan konsep yang demikian maka bagi mereka ada bagian tertentu dari Akitab yang bagi satu orang merupakan Firman Tuhan sedangkan bagi orang lain bagian tersebut bukan Firman Tuhan.

Berdasarkan paparan di atas menjadi jelas bahwa pandangan ortodoks secara tegas menyatakan bahwa keseluruhan Alkitab (setiap kata dari Akitab) adalah Firman Allah yang menyatakan kebenaran dari Tuhan. Tidak ada bagian dari Alkitab yang tidak diinspirasikan Allah. Alkitab adalah Firman Allah.
Infalibitas dan Ineraansi Alkitab

Ada beberapa istilah penting dalam doktrin Alkirab. Dua di antaranya adalah istilah infalibilitas dan ineransi.
Yang dimaksud dengan infallible adalah bahwa Alkitab memiliki otoritas yang absolut dan tidak bercacat, tidak akan gagal dalam setiap penghakiman dan pernyataannya, dan setiap pengajarannya tidak dapat digugat bersalah, tidak menyesatkan dan tidak dapat dikontradiksikan serta disangkal kebenarannya.
Dalam situs buletinpilar.org dinyatakan kata inerrant berasal dari kata kerja dasar bahasa Latin errare yang mengimplikasikan sesuatu yang menjauhi kebenaran, sehingga kata inerrant menyatakan kualitas yang bebas dari kesalahan (exempted from error/error-free).

Bila kita merujuk pada situs buletinpilar.org, doktrin ineransi Alkitab berarti Alkitab adalah firman yang diwahyukan oleh Allah sendiri dan diilhamkan Roh Kudus kepada para penulisnya sehingga naskah aslinya memiliki kualitas yang bebas dari kesalahan, bukan hanya dalam hal yang berkaitan dengan moral dan kerohanian tetapi juga termasuk hal yang berkaitan dengan sejarah, geografi, dan ilmu pengetahuan, sedangkan inffalibilitas Alkitab menegaskan bahwa Alkitab memiliki otoritas yang absolut dan tidak bercacat, tidak akan gagal dalam setiap penghakiman dan pernyataannya, dan setiap pengajarannya tidak dapat digugat bersalah, tidak menyesatkan dan tidak dapat dikontradiksikan serta disangkal kebenarannya. Para Reformator mengajarkan prinsip yang mesti diperhatikan yaitu bahwa di dalam prinsip penafsiran Alkitab, kita percaya Alkitab sebagai otoritas tertinggi satu-satunya (sola Scriptura) dengan prinsip total /tota Scriptura (http://www.buletinpilar.org).

Comments

Popular posts from this blog

Home

Artikel Kuliah MK. Kolokium Teologikum

Alasan Mengganti Template Blog