Arti Evaluasi PAK


A. PENGERTIAN EVALUASI PAK Definisi tentang evaluasi itu sangat banyak. Berikut dikemukakan beberapa definisi/pengertian evaluasi: Pertma, menurut Musel dalam bukunya berjudul: “pengajaran yang berhasil”, evaluasi diartikan : Evaluasi adalah penelitian pekerjaan belajar untuk mengetahui persoalan-persoalan sulit yang melekat pada proses belajar itu. Definisi di atas menegaskan bahwa evaluasi mengandung pengertian suatu “proses penelitian yang dilakukan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi pada proses belajar”. Jadi, proses evaluasi dalam definisi di atas harus memenuhi ketentuan-ketentuan penelitian yang berlaku. Sedangkan yang dimaksud dengan belajar ialah proses yang mempunyai tujuan dan yang dilakukan secara sadar. Kedua, menurut Winkel dalam bukunya “Psikologi Belajar dan Evaluasi Pendidikan” : Evaluasi adalah “usaha untuk mengetahui sampai dimana kegiatan pengajaran mencapai sasarannya”. Dalam definisi Winkel, pengertian pengajaran terkandung makna kesulitan-kesulitan apa yang diperoleh para siswa di dalam belajarnya yang akhirnya akan diikuti bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut. Jadi, menurut kedua pendapat tersebut di atas jelaslah bahwa kegiatan evaluasi itu dimaksudkan untuk mengukur sampai dimana kegiatan proses belajar-mengajar yang dilakukan oleh seseorang itu memperoleh hasil. Berdasarkan definisi-definisi di atas, penulis mendefinisikan Evaluasi PAK sbb: Evaluasi PAK dimaksud disini adalah suatu penilaian terhadap kegiatan untuk mengukur sampai dimana Pendidikan Agama Kristen itu mencapai tujuan. B. Jenisi-jenis dan prosedur penyusunan alat evaluasi Jenis-jenis dan prosedur penyusunan alat evaluasi Jenisi-jenis alat evaluasi. Secara keseluruhan, teknik dan bentuk evaluasi dapat digambarkan sebagai berikut : Teknik Non-Tes: a. Angket (Questionaire) Ada beberapa pengertian angket seperti berikut ini : Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975) Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga ( WS. Winkel, 1987) Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data ( I. Djumhur, 1985 ) Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan pengertian angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga Angket dapat digolongkan sebagai berikut : a. Angket langsung yaitu menjawab atau mengisi angket itu adalah subjek yang diselidiki sendiri b. Angket tak langsung yaitu menjawab atau mengisi angket itu adalah bukan subjek yang diselidiki sendiri Berdasarkan bentuknya, angket dibedakan menjadi dua yaitu: a) Angket terbuka b) Angket tertutup Berdasarkan atas aspek-aspek kepribadian yang diselidiki, angket dibedakan menjadi dua yaitu : angket umum dan angket khusus Keuntungan angket : 1. Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket. 2. Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak. 3. Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab. 4. Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa. Kelemahan angket : 1. Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat. 2. Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada. 3. Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor. 4. Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum. 5. Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab.Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam teknik quisione b. Wawancara (Interview). Interview atau sering disebut juga wawancara mempunyai definisi suatu proses komunikasi interaksional antara dua pihak. Cara pertukaran yang digunakan adalah cara verbal dan nonverbal dan mempunyai tujuan tertentu yang spesifik. Ada dua macam tipe tujuan interview. Pada konseling untuk mengetahui lebih terkait pada adanya permasalahan dan mencari penyelesaiannya. Sedangkan pada kualitatif untuk memperoleh data penelitian. Tujuan ( kedudukan ) wawancara Discovery, yaitu untuk mendapatkan kesadaran baru tentang aspek kualitatif dari suatu masalah Pengukuran psikologis: data yang diperoleh dari wawancara akan diinterpretasikan dalam rangka mendapatkan pemahaman tentang subjek dalam rangka melakukan diagnosis permasalahan subjek dan usaha mengatasi masalah tersebut. Pengumpulan data penelitian : informasi dikumpulkan untuk mendapatkan penjelasan atau pemahaman mengenai suatu fenomena. Data dikumpulkan dengan cara wawancara karena kuesioner tidak dapat diterapkan pada subjek subjek tertentu, atau ada kekhawatiran responden tidak mengisi kuesioner ataupun tidak mengembalikan kuesioner pada peniliti. Kelebihan Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, maka dia dapat menundanya.

Comments

Popular posts from this blog

Home

Artikel Kuliah MK. Kolokium Teologikum

Alasan Mengganti Template Blog